Minggu, Februari 01, 2026

Angka dan Langkah

    Jakarta - Awal tahun dimulai dengan aroma kopi hitam tanpa gula, krimer, maupun susu. Pahitnya cukup menyengat, persis seperti realita yang harus dihadapi. Bergelut dengan pikiran, waktu dan berkutat dengan diri sendiri. Planning, evaluasi, dan analisa. Tersita oleh angka-angka dan catatan-catatan yang seolah tak ada habisnya. Dibalik tumpukan file itu, terselip sebuah prinsip. Juga tetap tenang saat market naik turun. Sebab, bukankah naik turun itu bagian dari proses?.

    Rutinitas jadwal shift memaksa tubuh untuk terus bergerak. Makan dikantin menjadi jeda singkat di tengah beban kerja yang menumpuk. Tak jarang, kemampuan problem solving diuji saat harus menangani permasalahan dengan kepala dingin. Di saat-saat paling melelahkan, muncul sebuah pengingat bagi diri sendiri bahwa otak bukanlah lemari, tidak semua masalah harus disimpan rapat-rapat hingga sesak.

    Di luar jendela, cuaca Januari tidak menentu, sering kali mendung, hujan, dan berangin. Suasana alam ini seolah selaras dengan suasana hati. Ada kuncup bunga yang mekar dimusim dingin. Perjalanan memang terasa seperti antrean, sekilas datang dan pergi. Saat dada membuncah, sering kali dialog kecil diri sendiri muncul, membawa pada kesimpulan bahwa lebih baik diam daripada "ahh sudahlah...".

    Pelarian paling indah ditemukan pada lembar-lembar buku maupun visual pada film. Di sela waktu, membaca buku-buku ini seperti sedang bercermin pada luka dan harapan sendiri.

    Untuk melepas penat, jogging sore atau sekadar jalan santai muter-muter sendiri menjadi ritual wajib. Kadang, keindahan ditemukan dalam bidikan kamera yang bertemakan hitam putih, menangkap sisi sederhana dari hiruk pikuk kota.

    Hingga akhirnya, ingin berganti bulan. Hari ini langit cukup cerah, sebuah anomali yang menyenangkan di tengah bulan yang basah. Dengan musik pilihan yang mengalun di telinga, langkah kaki dibawa untuk hunting jalanan sendiri. Ada perasaan lega setelah melewati payday dan menuntaskan kewajiban kecil seperti halnya mengisi token listrik.

    Bulan pertama telah usai. Ternyata, berjalan sendirian di bawah langit cerah sambil menikmati momen-momen kecil adalah cara terbaik untuk menutup satu babak kehidupan sebelum beralih ke halaman berikutnya. -SA